GulmArt : Kerajinan Tangan Biomaterial Berbasis Gulma Ika Fitriana Dyah Ratnasari

Hall B No.38 

GulmArt : Kerajinan Tangan Biomaterial Berbasis Gulma 

Ika Fitriana Dyah Ratnasari 

Dekranasda Kabupaten Lamandau 

Rp. 25.000 - Rp. 150.000 

Others 

“Persembahan Inovasi dari Pelosok Negeri : GulmArt ( Kerajinan Tangan Biomaterial Berbasis Gulma Invasif dan Limbah Pertanian pertama di Asia Tenggara)”

Keunggulan Produk GulmArt dibandingkan Produk Lain

Produk kami merupakan kerajinan tangan inovatif berbasis serat gulma (rumput pembohong) dan limbah pertanian yang diolah melalui proses delignifikasi untuk memperoleh serat selulosa sebagai bahan baku utama. Berbeda dengan produk kerajinan berbasis kertas/pulp konvensional, produk kami memiliki keunggulan:

  • Menggunakan bahan alternatif baku yang selama ini dianggap tidak bernilai (gulma & limbah pertanian). Selain itu ketersediaannya di alam yang berlimpah
  • Berbasis hasil penelitian pengolahan lignoselulosa dari gulma invasif
  • Mengusung sistem produksi zero waste.
  • Ornamen bunga press untuk menambah nilai estetika produk dan kesan natural yang lebih tinggi.
  • Bernilai tinggi karena memadukan aspek sains, inovasi teknologi, dan desain kerajinan.
  • Merupakan kerajinan berbasis gulma pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara . Produk yang dihasilkan antara lain: tatakan, binder, pembatas buku, gantungan kunci, dan aneka merchandise ramah lingkungan lainnya.

Cerita Awal Mula Produk Dibuat

Inovasi ini lahir di tahun 2025 yang bermula dari keresahan atas permasalahan gulma pertanian yang selama ini dianggap tumbuhan pengganggu dan perusakan biasanya dengan herbisida kimia sintetik, yang berpotensi berdampak pada lingkungan dan kesehatan pekerja lapangan. Saya melihat gulma bukan sebagai masalah, melainkan sebagai sumber biomassa lignoselulosa yang kaya serat. Sehingga muncul ide untuk menciptakan mesin yang tepat guna untuk mengolah gulma tersebut menjadi bernilai, kemudian lahirlah WAW-25 Pulp Machine , yaitu mesin inovasi pengolahan pulp/kertas berbasis gulma dan limbah pertanian yang juga inovasi dari pengrajin dan pertama di Asia Tenggara, sehingga produk ini benar-benar menunjukkan integrasi riset–teknologi–kerajinan. Melalui penelitian pengolahan gulma, saya mengembangkan metode ekstraksi serat dan pengolahan pulp sehingga gulma yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi dapat diubah menjadi produk kerajinan bernilai tinggi dengan konsep ekonomi hijau

Bahan Utama yang digunakan

Bahan utama kerajinan tangan ini adalah gulma/rumput liar perkebunan (biomassa lignoselulosa) sebagai sumber serat selulosa. Selain itu campuran limbah pertanian seperti kulit durian, klobot jagung, gedebog pisang, bahkan bulu ayam sebagai bahan campuran/pendukung. Bahan tambahan lainnya yaitu resin untuk pelapis agar tahan air, dan campuran PLA dari limbah kulit singkong, dan Pressed Flower

Dampak Produk terhadap Lingkungan

Produk ini memberikan kontribusi nyata terhadap keinginan lingkungan karena:
  • Mengurangi ketergantungan pada pengendalian gulma berbasis herbisida.
  • Mengolah dan menyiangi limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah (konsep ekonomi sirkular).
  • Mengurangi volume limbah organik yang berpotensi terbakar/dibuang.
  • Mendorong pengembangan ekonomi hijau melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara berkelanjutan.

Apakah Produk GulmArt Terbuat dari Limbah?

Ya, produk dibuat dengan memanfaatkan gulma pertanian (biomassa non-ekonomi) dan limbah pertanian (kulit durian, klobot jagung, pelepah kelapa sawit, kulit buah, dan bulu ayam). Dengan sistem zero waste, limbah cair berupa lindi hitam sisa delignifikasi tidak dibuang, tetapi diolah kembali menjadi pupuk organik cair (POC) sehingga produksi lebih ramah lingkungan dan meminimalkan residu. Kontak (WA) Nama : Ika Fitriana Dyah Ratnasari WhatsApp: 082221092607